Naskah Bawang Merah dan Bawang Putih
Ga perlu basa-basi ya langsung aja , ini aku bawain Naskah drama "Bawang Merah dan Bawang Putih" buat kalian semua yang ada tugas sekolah atau yang lainnya. semoga artikel ini bermanfaat ◕ ‿ ◕ terima kasih..
PENOKOHAN DAN WATAKNYA
1.
Bawang Putih : Gadis cantik, memiliki watak yang baik,
penyabar, lembut, dan pemaaf (Protagonis).
2.
Bawang Merah : Gadis yang memiliki watak licik, jahat, dan
kasar (Antagonis).
3.
Ibu Bawang
Merah/Ibu Tiri Bawang Putih : Janda
yang memiliki watak licik, kasar, jahat.
4.
Pangeran : Pria tampan dan kaya yang memiliki watak
baik dan bijaksana.
5.
Ayah Bawang
Putih : Ayah yang penyayang dan memiliki
watak baik dan pekerja keras.
6.
Ibu Bawang
Putih : Ibu yang penyayang dan memiliki
watak yang baik dan lembut.
7.
Cabe Baik : Teman bawang Putih yang memiliki sifat baik
dan cerdik.
TEMA
Tema
merupakan gagasan pokok yang tekandung dalam drama. Tema dari drama yang berjudul “Bawang putih dan Bawang
merah” adalah keluarga, kehidupan sehari-hari.
PLOT ATAU ALUR
Plot
atau alur adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama
yang menggerakkan jalan cerita melalui ramiran atau komplikasi kearah klimak
penyelesaian denoment. Drama yang berjudul “Bawang putih dan Bawang merah” ini
mempunyai alur maju.
AMANAT ATAU PESAN MORAL
Amanat
adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau penonton. Amanat
yang tekandung dalam drama ini adalah :
1.
Kita
tidak boleh melimpahkan pekerjaan kita kepada orang lain. Selama kita masih
bisa melakukannya sendiri.
2.
Kita
tidak boleh semena-mena terhadap orang lain.
3.
Selalu
sabar, tabah, menerima keadaan dengan lapang dada, pasti akan membuahkan hasil
yang baik dan memuaskan.
4.
Orang
yang berbuat baik akan mendapatkan kebaikan pula.
LATAR
Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1.
Latar
Tempat, adalah lokasi atau bangunan fisik lain yang menjadi tempat terjadinya
peristiwa-peristiwa dalam cerita. Latar Tempat dari drama yang berjudul “Bawang putih dan Bawang
merah” diantaranya : Rumah bawang putih, Sungai, Sungai belakang Istana, dan
Istana Kerajaan.
2.
Latar
waktu, adalah waktu (masa) tertentu ketika peristiwa dalam cerita itu terjadi. Latar
waktu dari drama yang berjudul “Bawang
putih dan Bawang merah” diantaranya : Pagi hari, Siang hari, dan Malam hari.
3.
Latar
Suasana, adalah salah satu unsur intrinsik yang berkaitan dengan keadaan
psikologis yang timbul dengan sendirinya bersamaan dengan jalan cerita. Latar Suasana
dari drama yang berjudul “Bawang putih
dan Bawang merah” diantaranya : suasana damai
dan tentram, suasana sedih, suasana tegang, suasana penuh semangat, , suasana
bahagia.
SINOPSIS CERITA
Jaman dahulu
kala disebuah desa yang bernama desa “Bumbu”, tinggalah sebuah keluarga yang
bahagia dan sejahtera. Keluarga tersebut adalah keluarga Bawang putih. Namun
kebahagian itu tidaklah abadi karena adanya rasa ingin mendapatkan kekayaan
yang dimiliki oleh keluarga Bawang putih. Ibu bawang merah dan Bawang merah pun
memilih untuk menghancurkan keluarga ini dan merampas habis kekayaan yang
dimiliki oleh keluarga bawang putih dengan cara meracuni ibu bawang putih dan
menikahi Ayah bawang putih kemudian kembali meracuni Ayah bawang putih. Dan
mereka pun berhasil mendapatkan kekayaan yang dimiliki keluarga Bawang putih
tersebut dan memperbudak Bawang putih sebagai pesuruh mereka. Sikap mereka
semena-mena terhadap Bawang putih dan membuat hidup Bawang putih menjadi
menderita, namun penderitaan itu pun tidak selamanya terjadi. Ketika Ia bertemu
dengan sosok pangeran yang mencintainya. Keluarganya pun hidup rukun. Bawang
merah dan ibunya pun bertaubat dan mereka berhak tinggal diIstana megah itu
bersama bawang putih dan pangeran dan kebahagiaan pun muncul ditengah-tengah
keluarga besar ini.
NASKAH
DRAMA BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH
Jaman dahulu kala, di sebuah desa yang bernama desa “BUMBU”
tinggalah sebuah keluarga yang bahagia dan sejahtera. Keluarga tersebut adalah
Ayah Bawang putih, Ibu bawang putih, dan Bawang putih.
**Dirumah
Ayah
Bawang putih : Bu , nak , Ayah pamit kerja ya. Hati – hati di rumah.
Ibu bawang
putih : iya Yah hati – hati di jalan. Nanti bawang putih mengantarkan
makan siang untukmu ke pasar.
Bawang
putih : semoga jualan ayah laku ya.
Ayah bawang putih pun pergi ke pasar untuk berjualan di toko
besarnya.
Bawang
putih : bu, bawang putih pergi ke sungai dulu ya, nanti langsung ke
pasar. Asalamualaikum.
Ibu bawang putih
: ya hati – hati ya nak.
Bawang putih pun pergi ke sungai untuk
menyuci. Di balik sisi lain bawang merah dan ibunya pun berniat jahat.
Ibu
bawang merah : Ini saatnya kita menjalankan rencana.
Bawang
merah : ya benar bu ! ayo cepat mumpung ibu bawang putih lagi sendiri
tuh!
Lalu Bawang merah dan ibunya pun
menghampiri ibu bawang putih
Ibu bawang merah
: selamat pagi bu. Sendirian aja nih?
Ibu
bawang putih : eh ibu~ iya nih. Kenapa bu?
Bawang
merah : ini bi, kami bawakan nasi kuning yang sangat enak!
Ibu
bawang merah : iya bu. Habiskan ya, saya khusus membuatkannya untuk
ibu.
Ibu
bawang putih : wah~ sepertinya enak sekali. Terima kasih ya. Saya pasti
menghabiskannya. Ayo makan bersama~
Bawang merah
: ah bi, kami sudah makan. Lebih baik bibi saja.
Ibu
bawang merah : kita pulang dulu ya. Assalamualaikum.
Ibu
bawang putih : walaikumsalam. Terima kasih ya.
Ibu bawang putih pun memakan nasi kuning itu.
Ibu bawang merah
: HAHAHAHAHA rasain kamu ! sebentar lagi suamimu akan menikah denganku ! dan
seluruh hartanya akan menjadi milikku!
Bawang
merah : rasain! Dan ini kesempatanku untuk menyikasa bawang putih!
Pada saat itu juga Ibu bawang putih
tewas di tempat. Lalu bawang putih dan ayah bawang putih pun sampai dirumah
Bawang
putih : Ibu, bawang putih sama ayah pulang. Ibu dimana? Ibu kenapa?
!!!! IBU !!! IBUUUUUUUUUUUUUUU!!! Bangun!!!
Ayah
bawang putih : istriku !!! istriku !!!
bangguuun !!!
**Beberapa
Minggu kemudian
Setelah
ibu bawang putih meninggal Ayah bawang menikahi ibu bawang merah.
**Beberapa hari kemudian
Ibu bawang Merah
: hey kau bawang merah, sapu sapu dong yang rajin kayak bawang putih. Sapu
sampai bersih.
Bawang merah
: ya!
Bawang
putih : biar aku bantu ya..
Bawang
merah : tidak usah!
Ibu bawang merah
: sudah sudah, bawang putih sini nak. Kamu duduk bersama ibu dan ayah.
Ayah
bawang : ah~ aku harus pergi ke pasar.
Ibu
bawang merah : ah~ minum teh dulu.
Bawang
merah : udah! Ayo cepet kita ke sungai!
Bawang putih
: untuk apa ?
Bawang
merah : udah ayo antar aku !!
Bawang putih dan bawang merah pun pergi ke
sungai lalu ayah bawang meminum teh itu dan mati di tempat.
Ibu bawang
: RASAIN KAU !! sekarang semuanya menjadi miliku ! haha.
Bawang putih
: AYAAAAAAAAAAAH !!! ayah bangun – bangun !!
Setelah ayah bawang putih meninggal,
bawang putih selalu di jadikan pembantu di rumahnya sendiri.
Ibu
bawang : heh heh ! tuh masih ada yang kotor ! yang bener doong !!!!
Bawang
merah : kalo nyapuu itu harus sampai bersih. (sambil terus menjatuhkan
tisu tisu di lantai)
Bawang
putih : bawang merah, hentikan. Lantai tak akan bersih jika kau terus
mengotorinya seperti ini.
Ibu
bawang : berani kau !! diam ! kerjakan yang benar!!
Bawang
merah : dan jangan lupa cucikan semua bajuku !
Ibu bawang dan bawang merah pun bersiap-siap
untuk pergi jalan – jalan ke pasar sedangkan bawang putih harus membereskan
pekerjaan rumah.
Cabe
baik : bawang putih – bawang putih kau tak kenapa – kenapa ?
Bawang
putih : aku baik – baik saja. Ada apa cabe baik?
Cabe baik
: ini aku mengantarkan undangan pesta panen dari pangeran. Pangeran mengundang
semua warga di desa bumbu ini. Kau jangan lupa datang ya. Kalau bisa kau jangan
beritahu bawang merah dan ibu tirimu ! biar mereka tau rasa.
Bawang
merah : apa kau bilang ?? berikan undangan itu padaku !!
Ibu bawang
: hey bocah ingusan ! berani – beraninya kau !! pergi sana !!
Cabe baik
: kalian memang benar – benar jahat..
Bawang
putih : sudah cabe baik ayo kita pergi, antarkan aku ke sungai.
Bawang
putih dan cabe baik pun pergi ke sungai.
Ibu bawang
: hanya kita berdua saja yang boleh datang ke pesta panen ini. Dan biarkan
bawang putih sendirian disini !
Bawang merah
: iya , benar itu bu !
Saat di
sungai bawang putih tak sengaja menhanyutkan baju milik ibu tiri nya
Bawang putih
: yah , itu kan baju ibuku ? bagaimana ini cabe baik ?
Cabe baik
: ya sudah ayo kita kejar saja baju itu !
Bawang putih
: ayo , cabe baik bantu aku mengejar baju hanyut itu.
Bawang putih dan cabe baik pun terus
mengejar baju yang hanyut itu tapi sayangnya baju itu sudah menghilang entah
hanyut kemana.
Cabe
baik : kau pasti akan kena marah oleh ibu tiri mu.
Bawang
putih : bagaimana ini, aduuh ibu akan sangat marah besar padaku.
Cabe
baik : sudahlah lebih baik kita pulang dulu.
Bawang putih pun pulang ke rumah dan
menceritakan kepada ibunya tentang baju yang hanyut itu.
Ibu bawang
: DASAR ANAK CEROBOH !!
Bawang
putih : maafkan saya bu !
Bawang
merah : maaf maaf ! cari baju itu sampai ketemu !!
Ibu bawang
: heh ! jangan pulang sampai BAJU ITU DITEMUKAN !!
Dengan sedih bawang putih terus mencari baju
itu sampai larut malam.
Bawang
putih : bagaimana ini, sudah larut malam tapi baju itu belum di
temukan.
Cabe baik
: oh iya , aku ingat ! sepertinya aliran sungai itu menuju istana , ayo coba
kita cari !
Bawang putih
: istana pangeran yang akan mengadakan pesta panen itu ?
Cabe Baik
: iya.
Bawang putih
: ya sudah, ayo !
Bawang putih dan cabe baik pun segera pergi ke
istana. Di lain tempat ibu tirinya dan bawang merah sedang bersiap – siap untuk
pergi ke pesta panen.
Ibu bawang
: pasti anak itu sedang pusing mencari baju itu. Haha
Bawang merah
: iya, emangnya enak .
Bawang
merah dan ibunya pun pergi ke pesta panen yang diadakan oleh pangeran.
Bawang
putih : cabe baik disinikah ? tapi bagaimana bisa ? aku dekil, pasti
tidak di boleh kan untuk masuk.
Cabe Baik
: ayo kita coba masuk.
Pengawal
: heh ! mana undangannya ? jika kau punya maka kau boleh masuk.
Bawang
putih : undangan apa ? aku tak punya undangan yang kalian maksud !
Pengawal : dasar
gembel ! pergi kau !!
Bawang
putih : cabe baik~ bagaimana ini ? aku harus menemukan baju itu ?
Cabe baik
: kalau tidak salah tadi aku menyimpan undangan dikantongku ! ini dia ! ayo
kita masuk.
Bawang putih
: ini undangannya , bolehkah aku masuk?
Pengawal : tentu
saja, silahkan.
Bawang putih pun masuk ke istana.
Cabe Baik
: ayo kita pergi ke belakang istana tempat dimana air sungai mengalir, siapa
tau akan ada baju orang tua mu.
Bawang
putih pun pergi ke belakang istana.
Bawang
merah : halo pangeran. Apa kabar ?
Pangeran
: baik~ terimakasih atas kedatangan kalian.
Ibu
bawang : wah wah. Kau sangat tampan malam ini. Begitu pula dengan
putriku yang cantik.
Pangeran
: terimakasih. Kudengar kau mempunyai saudara bernama bawang putih. Dimana dia
?
Bawang merah
: apa ??? bawang putih ?? dia bukan saudaraku lagi !!
Pangeran :
benarkah? Apa kau tak membohongiku??
Bawang merah
: sungguh ! aku tak membohongimu~ tanya saja pada ibuku.
Pangeran
: bu, apa benar ibu tidak mempunyai anak bernama Bawang putih ?
Ibu
Bawang : benar. Bawang putih hanyalah pesuruh.
Di
belakang Istana, akhirnya bawang putih bisa mendapatkan baju yang hanyut itu.
Bawang putih
: akhirnya bajunya ketemu.
Dan
bawang putih pun menemukan kotak perhiasan didekat baju ibunya.
Bawang putih
: apa ini? HAH, Perhiasan ? (melihat dengan heran) kira-kira milik siapa ini cabe
baik?
Cabe baik
: aku juga tidak tahu, apa mungkin ini milik Pangeran?
Bawang putih
: Mungkin, ayo kita tanyakan saja kepada pangeran.
Bawang putih pun berjalan menuju
Pangeran dan berniat untuk mengembalikan kotak perhiasan itu.
Pangeran
: kau !! kau !! kau bawang putih ??
Bawang
putih : pangeran?
Pangeran
: Apa yang sedang kau lakukan ?
Bawang
putih : maaf pangeran. Tadi aku mengambil baju ibu tiriku yang hanyut
di aliran sungai belakang istana ini dan aku men…ee….
Bawang putih belum selesai berbicara ,
tetapi ibu pun memotong pembicaraannya
Ibu
bawang : bawang putih ? Kenapa kau ada di sini ? seharusnya kau
membersihkan rumah!
Bawang
merah : dasar kau ! malah keluyuran !
Bawang
putih : maafkan aku. Aku akan segera pulang bu.
Pangeran : oh jadi
benar bawang putih adalah saudara kalian. Kenapa kalian memperlakukannya
seperti itu?
Ibu Bawang
: tidak pangeran! Sungguh dia adalah pesuruh di rumah kami.
Bawang
merah : yang dikatakan ibuku benar! Lihatlah pengeran! Bawang putih
mencuri kota perhiasanku, berikan !!
Bawang
putih : jangan bawang merah , jangan ! itu aku te…mu…
Ibu
bawang : alah sudah ! dasar kau ! anak tak punya malu !!
Bawang
merah : lihat pangeran, perhiasan ini lebih cocok dipakai olehku dan
ibuku.
Bawang merah dan ibunya pun memakai
perhiasan itu.
Bawang
merah : ah tidak ! kenapa kulitku gatal gatal begini perih pula !! ada
apa ini.
Ibu bawang
: kulitku gatal sekali !!
Pangeran
: itu kan kotak perhiasan turun-temurun keluargaku ? dimana kau menemukannya
bawang putih ?
Bawang putih
: Aku menemukan itu disungai belakang istana , sebenarnya dari tadi aku ingin
menanyakannya tetapi aku tidak diberi
waktu untuk bicara.
Pangeran : ya
sudah , terima kasih ya bawang putih kau telah menemukan kotak perhiasan
turun-temurun kelurgaku yang hilang.
Bawang putih
: iya , sama-sama.
Pangeran
: oh iya, perhiasan itu hanya akan cocok untuk istriku nanti , dan apabila
orang yang memakai perhiasan itu gatal-gatal maka ia tidak cocok menjadi
istriku.
Cabe baik
: apa yang kalian lakukan pada bawang putih selama ini sungguh sangat jahat.
Dan sekarang kalian telah mendapatkan balasan yang setimpal. Cepat minta maaf
pada bawang putih.
Pangeran
: sungguh aku tak menyangka, kalian akan sejahat itu pada bawang putih.
Lalu bawang merah dan ibunya pun
meminta maaf kepada bawang putih
Bawang
merah : bawang putih ! aku mohon maafkan aku. Maaf karna sikapku selalu
jahat padamu. Sungguh aku minta maaf.
Ibu bawang
: maafkan ibu nak, ibu sudah berperilaku kasar padamu. Maafkan ibu.
Bawang putih
: sudahlah. Aku sudah memaafkan kalian. Aku yakin kalian bisa berubah.
Ibu bawang dan bawang merah
: terimakasih bawang putih. Kau memang sangat baik.
Pangeran
: sekarang, maukah kau menjadi permaisuriku Bawang putih ? Tinggalah di
istanaku ini. Aku ingin kau menjadi bagian dari keluargaku.
Bawang putih
: Aku akan menerimamu, asal ibuku dan bawang merah bisa tinggal di istana ini
juga bersama kita .
Pangeran
: untuk kamu , apapun akan aku lakukan.
Akhirnya ibu bawang dan bawang merah pun
bertaubat dan pangeran menikah dengan bawang putih dan bawang merah dan ibunya
boleh untuk tinggal di istananya yang megah. Kini bawang putih hidup rukun
dengan bawang merah dan hidup bahagia.
-
SELESAI-
Terimakasih Gan Selesai akhirnya tugas bahasa
BalasHapusTerimakasih mbak 😃
BalasHapusBagus juga ceritanya
BalasHapusBagus sekali naskahnya... Bisa buat perpisahan anak TK, SD, SMP,
BalasHapusTapi BTW selain ceritanya juga seru Bawang merah dan bawang putih adalah Bumbu dapur yang bisa dijadikan obat bahkan termasuk jenis penyakit kanker. Termasuk juga kanker payudara lho